Home Uncategorized Tanpa Sebab Lapak Pasar Tradisional Mati Suri

Tanpa Sebab Lapak Pasar Tradisional Mati Suri

REHAT.CO.ID – Aktivitas jual beli di Pasar kalangan Dusun Gunung Agung Tengah Kelurahan Agung Lawangan Kecamatan Dempo Utara berhenti total. Praktis pasar kalangan yang berada di tepi jalan Pagaralam-Tanjung Sakti ini ‘mati suri’.

Pantauan dilapangan (3/8), sekitar seratus lebih lapak terbuat dari bambu di kalangan ini, nampak kosong. Beberapa buah lapak sudah rusak dan dipenuhi semak belukar. Tak tampak aktivitas jual beli antara konsumen dan pedagang, layaknya sebuah pasar tradisional.

“Sudah cukup lama tak ada pedagang yang jualan di sini. Kalau tidak salah, sudah dua bulan,” ucap Anto (37), salahseorang warga saat dimintai keterangan.

Anto mengatakan, tak tahu persis apa yang menyebabkan kalangan di dekat rumahnya berhenti beraktivitas. Yang jelas ia turut prihatin. Kalangan tersebut disediakan pemerintah untuk membantu para pedagang berjualan.

“Kalau dibiarkan, kan sayang,” sesalnya.

Dikatakanya, Keberadaan kalangan Gunung Agung juga memudahkan warga sekitar untuk membeli berbagai kebutuhan hidup.

“Lokasi kalangan ini strategis. Di tengah-tengah. Jadi warga Gunung Agung, Bumi Agung bahkan Janang mudah untuk menjangkaunya,” tuturnya.

Anto sendiri sempat melihat keriuhan aktivitas jual beli di kalangan Gunung Agung. Ini terjadi sekira beberapa bulan sebelum berhenti beroperasi. Saat itu, setiap Kamis pagi, kalangan penuh oleh pedagang maupun pembeli.

“Pedagangnya mayoritas dari kawasan pasar,” ucapnya.

Sementara Sekretaris Lurah Gunung Agung, Feri membenarkan perihal tak beroperasinya kalangan Gunung Agung.

“Kalau ditanya sejak kapan, saya kurang tahu. Tapi, beberapa kali saya lewat sana, memang sepi. Hal ini terjadi mungkin karena para pedagang merasa tak cocok dengan lokasi kalangan yang dianggap sepi. Kondisi ini akan kita laporkan kepada pihak kecamatan,” katanya.

Terpisah Camat Dempo Utara, Bahrul Hidayat membenarkan perihal kondisi kalangan Gunung Agung tersebut. Dirinya tak menampik, bila kondisi itu terjadi karena para pedagang kembali ke kalangan lama, yakni di Dusun Bumi Agung.

“Sekarang ini, tiap dusun sudah ada kalangan. Di Bumi Agung, kalangannya tiap Jum’at pagi. Kita tak akan membiarkan kondisi kalangan Gunung Agung terus seperti itu. Dalam waktu dekat, akan berkoordinasi dengan instansi terkait, mencari jalan ke luar yang terbaik,” pungkasnya.(dhd).